Pemain Tua serta Kerasnya Pendirian Manager Italia

Tue, Nov, 14, 2017

Bosbola77.com – Kejutan, namun bukanlah hasil yang tidak dapat ditebak. Ini ialah gambaran ketika Italia dipastikan gagal lolos ke Piala Dunia 2018, Rusia.

Memang semenjak awal, banyak pihak yang menyangsikan Italia bakal lolos ke Piala Dunia 2018. Sejatinya, tidak ramai juga bila Italia absen.

Secara tradisi Italia ialah salah satu tim yang begitu kuat. Malahan, dari setiap tahun penyelenggaraan, mereka selalu memberi kejutan.

Namun, Italia mengalami ‘kesialan’ ketika menjalani fase kualifikasi. Kenapa disebut sial? Pasalnya, mereka harus tergabung bersama Spanyol dalam satu grup.

Benar saja. Italia kesulitan bersaing dengan Spanyol. Hasilnya, mereka finis di posisi kedua klasemen akhir Grup G kualifikasi Piala Dunia 2018.

Pertanyaannya ialah mengapa Italia kesulitan bersaing dengan tim macam Spanyol sepanjang kualifikasi Piala Dunia 2018. Walaupun, di Piala Eropa 2016 lalu, Italia sempat menjadikan Spanyol kewalahan serta menang dengan skor 2-0.

Ada dua masalah besar yang harus diatasi Italia dalam waktu dekat. Pertama ialah regenerasi pesepakbola serta kemudian manager.

Selama kualifikasi Piala Dunia 2018, Italia masih mengandalkan gerbong tua. Lebih dari empat pesepakbola yang telah berumur di atas 33 tahun masih masuk ke dalam pasukan Italia.

Gianluigi Buffon, Andrea Barzagli, Giorgio Chiellini, serta Daniele De Rossi, ialah deretan gerbong tua yang masih dipakai di pasukan Italia malahan mereka masih jadi pesepakbola utama.

Memang, perlu pesepakbola yang berpengalaman di dalam sebuah pasukan. Namun, itu tidak cukup ketika para rival mulai mempercayakan pesepakbola muda mengisi skuatnya.

Tenaga mereka terang berkurang. Tentunya, para pesepakbola tua ini bakal kesulitan menghadapi eksplosivitas pasukan yang umurnya jauh lebih muda.

Masalah kedua ialah manager. Ventura adalah manager berstatus medioker yang tidak mempunyai rekor untuk mendapatkan gelar.

Penunjukkan Ventura pun diwarnai kontroversi. Banyak yang bingung, mengapa FIGC tidak memilih Carlo Ancelotti atau Fabio Capello sebagai manager Italia. Keduanya telah buktinya dapat memberikan warna lain di setiap tim yang diasuhnya.

Keadaan diperparah dengan sikap Ventura yang keras kepala. Itu buktinya ketika Ventura memilih tidak memanggil pemain tengah kreatif Napoli, Jorginho, sepanjang fase kualifikasi.

Suporter terus mendesak Ventura memanggil Jorginho karena performanya yang semakin bagus. Namun, Ventura tidak peduli.

Baru ketika playoff melawan Swedia, Ventura memanggil Jorginho. Namun, Jorginho tidak digelar semenjak leg 1. Justru, ia lebih memilih memainkan Rossi sebagai starter dalam peluang itu. Alhasil, dapat Anda lihat. Italia kalah dalam leg 1 dengan skor 0-1.

Pada leg 2, Ventura memainkan Jorginho. Permainan jadi lebih hidup. Sayangnya, Italia gagal mengonversikan kesempatan demi kesempatan untuk dijadikan gol. Mereka terdepak dengan agregat 0-1.

“Semua yang dapat aku lakukan cuma mohon maaf. Namun, itu tidak berpengaruh pada profesionalisme, kerja keras, atau semangat yang kami tanam dalam laga ini,” ujar Ventura dikutip Football Italia.

Permintaan maaf Ventura belum dirasa cukup. Publik memohon adanya reformasi dalam tubuh FIGC. Defender Sassuolo, Paolo Cannavaro, menuntut adanya perubahan dalam tubuh FIGC.

“Italia telah memberikan mereka kejayaan serta ketenaran, terima kasih untuk manager Timnas Italia, yang masih menjadi terbaik di dunia. Aku cuma berkeinginan kami dapat menghantam karang yang berarti adanya reformasi di sepakbola kami,” kata defender Sassuolo, Paolo Cannavaro, dikutip Football Italia.

“Mari dukung para pesepakbola muda Italia untuk muncul!!!! Kembalikan Italia ke level dunia. Apesnya, perlu peristiwa ini untuk membangunkan Italia,” sambungnya.

Related Posts:

Mbappe Menjadi Pesepakbola Termuda yang Mencetak Gol

Bosbola77.com – Pesepakbola timnas Prancis, Kylian Mbappe tengah berbahagia. Selepas...

‘Ronaldo Korsel’ bakal Tampil di Asian Games 2018

Bosbola77.com – Korea Selatan bakal memperoleh suntikan tenaga berharga di...

Qatar Dirundung Kemelut, Bagaimana Nasib Piala Dunia 2022?

Bosbola77.com – Presiden Federation International de Football Association (FIFA) Gianni...